GRAFIS BERBASIS VEKTOR DAN BITMAP
1.1 Program Aplikasi Pembuat Grafis
Pada
pembuatan media Informasi digital seperti halnya website, eksistensi
grafis sudah menjadi suatu kebutuhan. Bahkan, sudah menjadi hal yang
konvensional jika suatu website hanya terdapat grafis tanpa adanya
animasi, baik animasi berbasis grafis maupun berbasis suara. Tidak dapat
di pungkiri lagi, grafis yang menjadi tolak ukur kualitas suatu program
aplikasi atau website. Hal tersebut menimbulkan perang urat syaraf
antar produsen software, terutama perusahaan yang bergerak dalam bidang
design grafis, sehingga bermunculan software-software berbasis grafis
dengan fitur-fitur (fasilitas) yang canggih, mudah dalam pengoperasian,
menarik, dan compatible.
A. Pengertian Grafis Berbasis Vektor dan Grafis Berbasis Bitmap
Grafis
adalah gambar yang tersusun dari koordinat-koordinat. Dengan demikian
sumber gambar yang muncul pada layar monitor komputer terdiri atas
titik-titik yang mempunyai nilai koordinat. Layar Monitor berfungsi
sebgai sumbu koordinat x dan y.
Pada
desain grafis, desain dibagi menjadi 2 kelompok yakni desain bitmap dan
vektor. Grafis desain bitmap dibentuk dengan
raster/pixel/dot/titik/point koordinat. Semakin banyak jumlah titik yang
membentuk suatu grafis bitmap berarti semakin tinggi tingkat
kerapatannya. Hal ini menyebabkan semakin halus citra grafis, tetapi
kapasitas filenya semakin besar.
Ketajaman
warna dan detail gambar pada tampilan bitmap bergantung pada banyaknya
pixel warna atau resolusi yang membentuk gambar tersebut. Hal ini
berkaitan erat dengan kemampuan monitor dan VGA ( Video Graphic Adapter )
yang digunakan. Jika gambar tampilan bitmap berresolusi tinggi di
tampilkan pada monitor yang berresolusi rendah akan mengakibatkan gambar
terlihat kasar , bahkan terlihat kabur berbentuk kotak-kotak ( juggy )
jika dilakukan pembesaran gambar. Satuan untuk ukuran grafis jenis
bitmap ini adalah dpi ( dot per inch ) yang berarti banyaknya titik
dalam satu inci. Untuk lebih memahami grafis jenis bitmap .
Beberapa
grafis bitmap dapat Anda temui di file komputer, yakni file komputer
yang berekstensi : .bmp, .jpg, .tif, .gif, dan .pcx. Grafis ini biasa
digunakan untuk kepentingan foto-foto digital.
Program
aplikasi grafis yang berbasis bitmap, antara lain : Adobe Photoshop,
Corel Photopaint, Microsoft Photo Editor dan Macromedia Fireworks. Semua
program tersebut menawarkan kemudahan dan kelengkapan fiturnya.
Selain
grafis jenis bitmap, ada grafis jenis vektor yang merupakan
perkembangan dari sistem grafis bitmap (digital). Grafis ini tidak
tergantung pada banyaknya pixel penyusunnya dan kondisi monitor karena
tampilan vektor tersusun atas garis-garis. Tampilan akan terlihat jelas
meskipun dilakukan pembesaran (zooming).
Penggunaan
titik-titik koordinat dan rumus-rumus tertentu dapat menciptakan
bermacam-macam bentuk grafis, seperti lingkaran, segitiga, bujur sangkar
dan poligon. Dengan demikian , pemakaian grafis vektor akan lebih irit
dari segi volume file, tetapi dari segi pemakaian prosessor akan memakan
banyak memori.
Program
aplikasi grafis yang berbasis vektor antara lain : CorelDraw ,
Macromedia Free hand, Adobe Illustrator dan Micrografx Designer.
Perbedaan Grafis Vektor dan Grafis BitmapVektor Bitmap
1. Gambar tetap jelas ketika di perbesar 1. Gambar kurang jelas ketika di perbesar
2. Tersusun oleh garis dan kurva 2. Tersusun atas titik-titik/dot
3. Ukuran File yang dihasilkan kecil 3. Ukuran File yang dihasilkan besar
4. Kualitas grafis tidak bergantung dari banyaknya pixel 4. Kualitas grafis bergantung dari banyaknya pixel
Sumber : Buku TIK Kelas XII karangan Rudi Hidayat dkk, Penerbit Arilangga
Artikel di bawah ini bersumber dari : http://primasoft.wordpress.com/2008/04/07/grafis-vektor-dan-bitmap/
GRAFIS VEKTOR dan BITMAP
1.
Pengertian Grafis Vektor dan Bitmap Pengertian Grafis Vektor Grafis
vektor adalah objek gambar yang dibentuk melalui kombinasi titik-titik
dan garis dengan menggunakan rumusan matematika tertentu. Pengertian
Grafis Bitmap Grafis Bitmap adalah objek gambar yang dibentuk
berdasarkan titik-titik dan kombinasi warna.
2. Kelebihan dan kekurangan grafis vektor dan bitmap Kelebihan Grafis Vektor
•Ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien
•Objek gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu tampilannya
•Dapat
dicetak pada resolusi tertingi printerdan menyunting bentuk vektor
relatif lebih mudah dan menyenangkan Kekurangan Grafis Vektor
•Tidak
dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan
konversi objek gambar tersebut dari format bitmap Kelebihan Grafis
Bitmap
•Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek tampil sesuai keinginan.
•Dapat
menghasilkan objek gambar bitmap darionjek gambar vektor dengan cara
mudah dan cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan Kelemahan Grafis
Bitmap
•Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar.
•Efek
yang diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau
berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah
3.
Mengetahui aplikasi untuk membuat grafis vektor dan bitmap Program
aplikasi untuk membuat grafis vektor dan bitmap itu banyak sekali
macamnya, seperti Page Maker, Corel Photo Paint, CorelDraw, Adobe
Photoshop dan masih banyak lagi yang lainnya. Tetapi yang akan dibahas
disini program aplikasi CorelDraw dan Adobe Photoshop. CorelDraw
merupakan salah satu program yang banyak digunakan dalam pembuatan
desain grafis dan editing Bitmap yang dilengkapi dengan full color
management system dan interactive tools yang memudahkan dalam pembuatan
dan editing suatu objek. Sedangkan Adobe Photoshop merupakan salah satu
program aplikasi yang digunakan unuk mengedit sebuah gambar (image)
menjadi gambar yang lebih menarik, serta bisa menyunting foto dan
gambar-gambar yang telah di-scan ke dalam komputer.
Editor grafik vektor
Mengenali
beberapa konsep asas seperti grafik vektor, grafik bitmap dan resolusi
dapat membantu dalam menghasilkan hasil kerja yang berkesan. Pada
dasarnya, grafik komputer terbahagi kepada dua kategori – grafik vektor
and imej bitmap. Memahami perbezaan di antara kedua jenis grafik dapat
membantu semasa anda membuat kerja. Sesetengah format fail hanya dapat
menampung imej bitmap, manakala sesetengah format fail yang lain hanya
menampung grafik vektor. Sebagai contoh, imej bitmap yang diimport ke
dalam Adobe Illustrator tidak boleh disunting. Imej tersebut hendaklah
disunting di dalam perisian seperti Adobe Photoshop. Apa itu grafik
vektor? Grafik vektor terbina daripada garisan-garisan yang mengikut
istilah matematik – vektor. Vektor menggambarkan grafik mengikut
rupabentuk geometri grafik tersebut. Sebagai contoh, sebiji tayar
basikal di dalam format grafik vektor terbina daripada definisi
matematik di mana sebuah bulatan dengan radius tertentu, ditetapkan pada
lokasi tertentu, dan terisi dengan warna tertentu. Grafik tersebut
boleh dialih lokasinya, diubah saiznya, atau ditukar warnanya tanpa
kehilangan kualiti grafik. Grafik vektor tidak bergantung kepada
resolusi – grafik boleh diubah saiznya dan juga dicetak di atas
mana-mana pencetak tidak kira berapa resolusinya tanpa kehilangan
kualiti grafik tersebut. Kesimpulannya, grafik vektor adalah paling
sesuai untuk teks (terutamanya teks yang kecil) dan grafik yang tebal
(bold) di mana apabila diubah saiznya garisan yang jelas mestilah tidak
hilang kualitinya – sebagai contoh, logo. Disebabkan monitor komputer
memaparkan imej menggunakan grid, kedua-dua grafik vektor dan bitmap
dipaparkan sebagai piksel.
BITMAP vs VEKTOR
Berbeda
dengan bitmap design berbasis vector adalah grafis yang menggunakan
objek goemetris dan perhitungan matematis. Oleh karena itu sebuah grafis
vector dapat diperbesar (sebesar apapun) tanpa mengurangi ketajaman
objek pada ukuran normal sebelum diedit (diperbesar atau diperkecil).
Gambar berbasis
vector biasa digunakan untuk gambar atau design yang membutuhkan
fleksibilitas. Artinya design tersebut bisa digunakan dalam berbagai
kesempatan, dalam berbagai ukuran, dan dalam berbagai media reproduksi.
Misalnya dalam pembuatan logo. Logo digunakan untuk berbagai keperluan,
mulai dari kop surat, kartunama, booklet dan banyak lagi.
Grafis
vektor juga sering digunakan untuk pembuatan design dengan presisi
tinggi. Pada design ini ukuran, sudut, dan toleransi benar-benar
diperhatikan. Contoh design gambar mesin, rancangan rumah, dan design
produk.
Pada
perkembangannya grafis vektor juga digunakan untuk pembuatan film
animasi. Sudah banyak film kartun atau situs yang menggunakan grafis
vektor sebagai mesin designnya.
Contoh program apikasi yang berbaasis vektor adalah Adobe Ilustrator, Macromedia Freehand, dan corelDraw.
5 macam aplikasi berbasis vektor dan bitmap :
Buat aplikasi grafis berbasis vektor :
- Adobe Illustrator
- CorelDRAW
- Canvas 8
- Creature House Expression
- Xara X¹
- Zoner Draw
Sedangkan kalo yang basis bitmap
- Corel Photo-Paint
- Adobe Photoshop
- Adobe PhotoDeluxe
- Paint Shop Pro
- Paint (bawaannya Windows, hehehe…)
materi referensi:
http://graphicssoft.about.com/od/vectorbasedwin/Vector_Based_Illustration_Editing_Software_for_Windows.htm
Fungsi Alat Photoshop.
Kali ini saya
akan memberikan penjelasan mengenai fungsi alat-alat pada photoshop,
semoga posting kali ini dapat bermanfaat bagi kalian yang baru terjun
dalam dunia photoshop & berniat untuk mempelajari photoshop secara
mendalam, berikut gambar tool-tool photoshop dan fungsi tools photoshop
pada versi CS 4 .
Selection Tool
1.Move Tool -
Shortcut (V), alat ini digunakan untuk memindahkan posisi layer dalam
satu foto ataupun memindahkan sebuah foto atau layer dalam sebuah foto
ke foto yang lain / foto yang berbeda.
2.Rectangular
Marquee Tool - Shortcut (M), alat ini digunakan untuk menyeleksi objek
yang berbentuk kotak. Klik kanan diatas alat ini maka akan muncul alat
lain dari kelompok marquee tool seperti Eliptical Marquee Tool, Single
Row Marquee tool dan Single Column Marquee Tool.
3.Eliptical
Marquee Tool - Shortcut (M), alat ini digunakan untuk menyeleksi objek
yang berbentuk lingkaran seperti menyeleksi lingkaran mata, ban mobil
dan objek lain. Alat ini masih satu kelompok dengan Rectangular Marquee
Tool.
4.Lasso Tool -
Shortcut (L), digunakan untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas, alat
ini akan membentuk seleksi sesuai dengan gerakan mouse, penggunaan alat
ini sangat bergantung dengan gerakan mouse sehingga cukup sulit
mengendalikan dan mencapai hasil yang maksimal.
5.Polygonal
Lasso Tool - Shortcut (L), digunakan untuk menyeleksi objek dengan
bentuk bebas bersudut, alat ini membentuk seleksi melalui titik-titik
point yang dibuat dengan menggunakan klik kiri mouse. Alat ini juga
dapat digunakan untuk memotong dan mengubah background foto.
6.Magnetic
Lasso Tool - Shortcut (L), digunakan untuk menyeleksi objek dengan
bentuk bebas, cara kerja alat ini adalah menempel pada tepi objek yang
akan dipotong ketika mouse bergerak mengelilingi tepian objek, selama
proses seleksi alat ini membentuk titik-titik penghubung seleksi.
7.Magic
Wand Tool - Shortcut (W), digunakan untuk menyeleksi satu jenis warna
(warna solid) pada foto. Alat ini dapat menyeleksi dengan pengaturan
nilai tolerance atau nilai cakupan warna, semakin besar nilai tersebut
maka semakin luas cakupan warna yang di seleksi.
Crop & Slice Tool
1.Crop Tool -
Shortcut (C), digunakan untuk memotong gambar, foto ataupun canvas
(kertas kerja). Pemotongan dengan alat ini dilakukan secara permanen
mengubah bentuk dimensi lebar dan tinggi foto. Pemotongan dilakukan
dengan menentukan area potong berbentuk kotak dari sebuah foto.
Slice
Tool - Shortcut (C), digunakan untuk kebutuhan website dengan cara
memotong hasil desain yang telah dibuat di Photoshop menjadi potongan
yang lebih kecil.
2.Slice
Select Tool - Shortcut (C), digunakan untuk memilih potongan pada
sebuah desain yang telah dipotong sebelumnya dengan menggunakan slice
tool.
Annotation, Measuring & Navigation Tool
1.Eyedropper Tool - Shortcut (I),
digunakan untuk mengambil sample warna dari sebuah gambar ataupun foto,
sample warna diambil dengan cara mengklik warna target yang kemudian
secara otomatis akan mengubah warna depan (foreground color) pada
toolbox.
2.Ruler Tool - Shortcut (I), digunakan
untuk mengukur dimensi lebar dan tinggi. alat ini biasanya digunakan
untuk kebutuhan website seperti mengukur dan memperkirakan interface
tinggi & lebar tombol, header ataupun area website lainnya. Satuan
yang digunakan biasanya pixels.
3.Note tool - Shortcut (I),
digunakan untuk memberikan catatan pada hasil desain yang telah di
buat. Catatan ini berguna sebagai pengingat dalam proses pembuatan
desain ataupun dapat berguna sebagai media untuk penyampaian sebuah
pesan ketika bekerja secara team.
4.Hand Tool - Shortcut (H),
digunakan untuk menggeser/memindah bidang pandang foto atau gambar di
dalam window view area atau dalam kondisi gambar sedang di perbesar
(zoom in). Cukup tekan dan tahan tombol spasi untuk meminjam alat ini.
5.Zoom Tool - Shortcut (Z),
digunakan untuk memperbesar ataupun memperkecil tampilan foto atau
gambar. Pengaturan zoom in atau zoom out dapat dilakukan melalui option
bar.
Retouching Tool
1.Spot Healing Brush - Shortcut (J),
digunakan untuk menghapus noda pada sebuah foto ataupun gambar, alat
ini juga biasanya digunakan untuk menghilangkan noda di wajah ataupun
menghilangkan jerawat diwajah.
2.Patch Tool - Shortcut (J),
digunakan untuk memperbaiki foto dengan cara memanfaatkan pola yang
terdapat pada foto tersebut. Perbaikan dilakukan dengan menyeleksi
kerusakan area kemudian menarik seleksi tersebut diatas pola target
untuk menutupi area kerusakan.
3.Red Eye Tool - Shortcut (J),
digunakan untuk menghilangkan efek mata merah yang timbul pada foto
akibat pengambilan foto dalam kondisi gelap menyebabkan flash kamera
memantulkan warna merah pembuluh darah dibalik mata.
4.Clone Stamp Tool - Shortcut (S),
digunakan untuk mengambil sample dari sebuah area gambar kemudian
mengkloning / menerapkan sample tersebut untuk dilukiskan diatas area
foto lain berdasarkan sample foto yang diambil.
5.Pattern Stamp Tool - Shortcut (S), digunakan untuk melukis image dengan menggunakan pola tertentu sesuai dengan pola yang dipilih pada option bar.
6.Eraser Tool - Shortcut (E), digunakan untuk menghapus foto atau gambar dalam sebuah layer raster.
7.Background Eraser Tool - Shortcut (E), digunakan untuk menghapus foto atau gambar sehingga menghasilkan layer transparant pada bagian foto atau pada area yang dihapus.
8.Magic Eraser Tool - Shortcut (E), digunakan
untuk menghapus area tertentu dari sebuah foto atau gambar yang
memiliki warna yang serupa (satu warna solid) menjadi transparan dengan
satu kali klik pada area warna tersebut. Bisa dimanfaatkan
untukmenghapus background satu warna.
9.Blur Tool -
digunakan untuk menghaluskan/mengaburkan area tertentu dari sebuah foto
atau gambar. Dengan mengaburkan gambar akan memberikan kesan halus,
blur juga dapat menyamarkan pixels gambar.
10.Sharpen Tool - digunakan untuk menajamkan area tertentu dari sebuah foto atau gambar.
11.Smudge Tool - digunakan
untuk menggosok/mencoreng area tertentu dari sebuah foto atau gambar
seolah-olah di pengaruhi oleh sapuan jari telunjuk diatas sebuah
lukisan.
12.Dodge Tool - Shortcut (O),
digunakan untuk menerangkan warna di area tertentu pada gambar atau
foto dengan memberikan highlights pada area tertentu hingga area
tersebut tampak lebih cerah / terang.
13.Burn Tool - Shortcut (O),
digunakan untuk menggelapkan warna di area tertentu pada gambar atau
foto dengan memberikan shadow / bayangan pada area tertentu hingga
tampak lebih gelap.
14.Sponge Tool - Shortcut (O), digunakan untuk mengubah saturation di area tertentu pada area gambar atau foto.
Painting Tool
1.Brush Tool - Shortcut (B), digunakan untuk melukis foto atau gambar dengan goresan kuas berdasarkan warna depan (foreground color) yang telah dipilih.
2.History Brush Tool - Shortcut (Y), digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari Image.
3.Art History Brush Tool - Shortcut (Y), digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari image, dengan model artistik tertentu.
4.Pencil Tool - Shortcut (B), digunakan untuk melukis dengan efek goresan pensil.
5.Gradient Tool - Shortcut (G),
digunakan untuk mengecat area yang dipilih (selected area) dengan
perpaduan dua warna atau lebih. Gradient ini juga memiliki beberapa
pengaturan dan tipe untuk menghasilkan efek perpaduan warna yang sesuai
dengan keinginan.
6.Paint Bucket Tool - Shortcut (G), digunakan
untuk mengecat atau mewarnai area tertentu atau layer tertentu
berdasarkan warna depan (foreground color) yang telah dipilih.
Drawing and Type Tool
1.Path Selection Tool - Shortcut (A), digunakan untuk menyeleksi path yang telah dibuat dengan menggunakan pen tool.
2.Horizontal Type Tool - Shortcut (T), digunakan
untuk membuat teks secara horizontal. Selain alat ini ada juga Vertical
Type Tool untuk membuat teks secara vertical dan type mask untuk
membuat teks dalam bentuk seleksi.
3.Pen Tool - Shortcut (P),
digunakan untuk menggambar path sudut ataupun lengkung. Alat ini biasa
juga digunakan untuk menyeleksi objek. Selain alat ini ada kumpulan alat
lain untuk menambah titik point, mengurangi dan memodifikasi path yang
telah dibuat.
Demikian
sedikit pengetahuan yang bisa saya bagikan tentang fungsi dari
tool-tool adobe photoshop. Saya persilahkan jika anda ingin mempublikasi
ulang posting tentang fungsi tool photoshop ini di blog atau website
anda dengan tetap mencantumkan nama saya & membuat tautan (link) ke
blog ini sebagai bentuk penghargaan bagi saya.
Terima kasih, semoga apa yang saya bagikan kali ini dapat bermanfaat bagi anda sekalian.
Sumber : http://tomymeilando.blogspot.com/2011/08/fungsi-tool-tool-pada-photoshop.html
Fungsi
Logika dalam Microsoft Excel digunakan untuk menguji suatu kondisi
dengan menggunakan syarat tertentu dan oleh Microsoft Excel akan
dikatakan TRUE (Nilai 1) jika syaratnya terpenuhi atau FALSE (Nilai 0)
jika syaratnya tidak terpenuhi.
Syarat
yang digunakan untuk menguji suatu kondisi bisa hanya satu syarat,
salah satu syarat diantara beberapa syarat (Fungsi OR), dua syarat atau
lebih wajib terpenuhi (Fungsi AND), atau bukan dengan syarat tertentu
(Fungsi NOT).
Fungsi Logika yang kan kita gunakan adalah Fungsi IF, dengan bentuk umum sebagai berikut :
=IF(logical_test;value_if_true;value_if_false)
Anggap
saja kita sedang melakukan perekrutan pegawai baru dengan data awal
pemohon adalah sebagaimana yang tersebut pada kolom Nama, Pendidikan dan
Jurusan.
Cara
1, Cara 2, Cara 3, Cara 4 dan Cara 5 adalah cara-cara yang kita gunakan
untuk menguji kondisi pemohon tersebut dengan menggunakan syarat-syarat
yang telah di tetapkan, dan akan menghasilkan nilai yang kita tentukan
jika syaratnya terpenuhi ataupun tidak terpenuhi.
Cara 1 : Menggunakan Fungsi IF Tunggal
Berdasarkan
kondisi data pemohon tersebut kita akan menerima pegawai dengan syarat
hanya mereka yang memiliki pendidikan S1 yang akan diterima (Lulus),
maka fungsi yang kita gunakan adalah :
=IF(C5="S1";"Lulus";"Gagal")
Artinya : Jika nilai Cell C5 memiliki nilai S1 maka akan dinyatakan Lulus dan jika nilai Cell C5 bukan S1 akan dinyatakan Gagal.
Cara 2 : Menggunakan Fungsi OR
Syarat
yang kita gunakan adalah hanya kepada pemohon yang mempunyai pendidikan
S1 dan D3 yang kan kita terima (Lulus) dan selain dari itu akan
dinyatakan Gagal. fungsi yang kita gunakan :
=IF(OR(C5="S1";C5="D3");"Lulus";"Gagal")
Artinya : Jika Cell C5 mengandung nilai S1 dan D3 maka akan dinyatakan Lulus dan bila tidak dinyatakan Gagal.
Cara 3 : Menggunakan Fungsi AND
Syarat
yang digunakan adalah pemohon yang kita terima adalah pemohon yang
memiliki pendidikan S1 dengan jurusan Akuntansi, Fungsi yang kita
gunakan :
=IF(AND(C5="S1";D5="Akuntansi");"Lulus";"Gagal")
Artinya
: Jika Cell C5 memiliki nilai S1 dan Cell D5 meiliki nilai Akuntansi
maka dinyatakan Lulus dan jika tidak dinyatakan Gagal.
Cara 4 : Menggunakan Fungsi NOT
Syaratnya adalah hanya pemohon yang meiliki jurusan Selain Akuntansi yang akan kita terima (Lulus). Fungsi yang kita gunakan :
=IF(NOT(D5="Akuntansi");"Lulus";"Gagal")
Artinya : Jika Cell D5 memiliki nilai Akuntansi maka akan dinyatakan Gagal, dan dinyatakan lulus jika Cell D5 bukan Akuntansi.
Cara 5 : Menggunakan Fungsi IF Bersarang
Syarat
adalah jika pemohon memiliki pendidikan S1 akan langsung dinyatakan
Lulus, jika berpendidikan D3 akan dipertimbangkan dan selain dari itu
akan langsung dinyatakan Gagal.
=IF(C5="S1";"Lulus";IF(C5="D3";"Dipertimbangkan";"Gagal"))
Artinya
: Jika Cell C5 memiliki nilai S1 maka akan dinyatakan gagal, Jika bukan
S1 dan memiliki nilai D3 akan dinyatakan Dipertimbangkan dan jika bukan
S1 atau D3 akan dinyatakan Gagal.
Cukup sekian, semoga dapat membantu.
Sumber : http://tid3ustj.blogspot.com/2012/10/ms-excel-fungsi-logika-if.html